TVET Indonesia Membantu SMK Kompetitif

Facebookrssinstagram
Dalam persiapan menghadapi MEA dengan mengimplementasi program kejuruan dan teknis berbasis internasional di sekolah. Pertanyaan Anda, Apa sih MEA itu?

MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) akan melahirkan fenomena baru dalam aturan perekonomian di ASEAN di mana hanya ada satu pasar tunggal (single market) yang akan berlanjut mengerakkan bahan produksi, peralatan, investasi, tenaga kerja terampil dan sumber keuangan yang mengalir bebas di wilayah ini. MEA sudah diluncurkan pada bulan September 2015, di Kuala Lumpur, Malaysia dan sekarang mulai melangkah masuk ke negara Asia termasuk Indonesia.
<h5><b>TVET Indonesia Membantu SMK Kompetitif</b></h5>
Apa bakalan terjadi dari MEA ini? Berikut adalah jawaban dari Bank Pembangunan Asia (ADB) di Berlin, 2014. Ada dua hal menarik yang dibahas dalam ucapan Mr. Stephen Groff, Wakil Presiden;

1. Jika ASEAN adalah salah satu ekonomi, itu akan menjadi terbesar ketujuh di dunia dengan gabungan produk domestik bruto (PDB) sebesar $ 2,4 triliun pada 2013. Ini bisa menjadi terbesar keempat pada tahun 2050 jika tren pertumbuhan terus berlanjut.

2. Dengan lebih dari 600 juta orang, potensi pasar ASEAN lebih besar dari Uni Eropa atau Amerika Utara. Sebelah Republik Rakyat China dan India, ASEAN memiliki dunia tenaga kerja terbesar ketiga yang masih relatif muda.(Source: ASEAN Integration and the Private Sector, speech by ADB Vice-President Stephen Groff, 23 June 2014 in Berlin, Federal Republic of Germany)

Mencerminkan hal di atas Indonesia sebagai sebuah negara yang mempunyai populasi ketiga terbesar selepas China dan India. Indonesia salah satu negara Asia berpotensi memainkan peran besar dalam MEA . Ini point penting dan khusus, agar membangun sumber daya manusia nya agar lebih kompetitif, kompeten dan berskill tinggi. Pekerja mahir dari Indonesia harus dipersiapkan melalui program pendidikan kejuruan berstandar internasional di SMK Indonesia.
<h5><b>Justru apa pengaruh MEA dalam dunia pendidikan?</b></h5>
1. Mobilitas. Siswa, guru dan golongan professional sekolah mau pun pengajian tinggi dari dalam dan luar negara akan lebih menonjol dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kebutuhan pembelajaran;
2. Pelatihan lintas negara. Akan ada lebih banyak dan lebih dalam negeri dan luar pelatihan negara dengan kerjasama internasional karena pertumbuhan yang cepat dari frekuensi ekonomi dan wisata.
3. Kolaborasi. Lembaga pelatihan, komuniti setempat dan mitra industri akan kolaborasi di peringkat nasional dan internasional untuk keunggulan kompetitif di pasar pendidikan dan praktik terbaik.
4. Kompetitif. Sumber daya manusia di negara-negara ASEAN akan lebih jelas dan kompetitif ketika gerakan tinggi profesional, keterampilan pekerja dan orang-orang teknis antara negara. Demikian dengan melengkapi personil dan siswa dengan pelatihan yang berkualitas, terakreditasi menjadi sangat penting.

Facebookmail

(*) = Required Field






How did you hear about us ?

New Host Application

(*) = Required Field






How did you hear about us ?